A. Pengertian Privasi
Privasi merupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu. Tingkatan privasi yang diinginkan itu menyangkut keterbukaan atau ketertutupan, yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain, atau justru ingin menghindar atau berusaha supaya sukar dicapai oleh orang lain (Dibyo Hartono, 1986).
Rapoport (dalam Soesilo, 1988) mendefinisikan privasi sebagai suatu kemampuan untuk mengontrol interaksi, kemampuan untuk memperoleh pilihan-pilihan dan kemampuan untuk mencapai interaksi seperti yang diinginkan.
B. Faktor yang mempengaruhi privasi
Terdapat factor-faktor yang mempengaruhi privasi, yaitu: factor personal, factor situasional, dan factor budaya
Faktor Personal
Marshall (dalam Gifford, 1987) mengatakan bahwa perbedaan dalam latar belakang pribadi akan berhubungan dengan kebutuhan akan privasi. Sementara itu Walden dan kawan-kawan (dalam Gifford, 1987) menemukan adanya perbedaan jenis kelamin dalam privasi.
Faktor Situasional
Penelitian Marshall (dalam Guilford, 1987) tentang privasi dalam rumah tinggal, menemukan bahwa tinggi rendahnya privasi didalam rumah antara lain di sebabkan oleh setting rumah. Setting rumah disini sangat berhubungan dengan seberapa sering para penghuni berhubungan dengan orang, jarak antara rumah dan banyaknya tetangga sekitar rumah.
Faktor Budaya
Hasil pengamatan Gifford (1987) di suatu desa di bagian selatan India, menunjukkan bahwa semua keluarga memiliki rumah yang sangat dekat satu dengan yang lain, sehingga akan sedikit privasi yang di perolehnya orang-orang desa tersebut merasa tidak betah bila berpisah dengan tetangganya.
C. Pengaruh privasi terhadap prilaku
Altman (1975) menjelaskan bahwa fungsi psikologis dari perilaku yang penting adalah untuk mengatur interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungan social. Bila seseorang mendapatkan privasi seperti yang diinginkan maka ia akan dapat mengatur kapan harus berhubungan dengan orang lain dan kapan harus sendiri.
Maxine Wolfe dan kawan-kawan (dalam Holahan, 1982) mencatat bahwa pengelolaan hubungan interpersonal adalah pusat dari pengalam tentang privasi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya orang yang terganngu privasinya akan merasakan keadaan yang tidak mengenakan.
D. Privasi dalam konteks budaya
Menurut Altman (1975) ruang keluarga didalam rumah pada rumah-rumah di pinggiran Amerika Serikat pada umumnya dijadikan tempat untuk berinteraksi social dalam keluarga. Rumah-rumah disana menggunakan ruang-ruang tertentu seperti ruang membaca, ruang tidur dan kamar mandi sebagai tempat untuk menyendiri dan tempat untuk berfikir.
Sumber:
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/peng_psikologi_lingkungan/bab6-privasi.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar